HomeUncategorizedFAMILY, FRIENDS AND HEALTHINESS

FAMILY, FRIENDS AND HEALTHINESS

 

Ramadan Journey 2013

Day 29

Masak apa ya buat buka puasa?

Pagi tadi pikiran itu muncul saat saya bangun sekitar Pukul 08.00 wib.  Semalaman kurang tidur, jadi saya agak mengantuk.  Di lemari pendingin sebenarnya ada beragam makanan yang saya masak semalam: tengkleng kambing, rendang daging sapi, sayur sisa semalam sampai somai dan ayam goreng.  Kog rada bosen ya dengan makanan yang bikin “eneg”?  Saya masak tengkleng untuk dibawa ke rumah Ibu.  Masak rendang untuk dibawa mudik ke Yogyakarta.  Sambil membuka linimassa Twitter, melihat apa informasi terbaru, saya mengecek bumbu-bumbu yang ada di dapur.  Ada udang  di kulkas.  Mendadak terpikir:  masak sup Tom Yam saja sore nanti.

Yup, saya lantas mandi, berpakaian, siap-siap berangkat ke kantor.  Mampir dulu di pasar membeli daun ketumbar juga kentang.  Besok saya mau buat sambal goreng ati sapi.  Standar hidangan Lebaran.  Mencari daun kenikir, kog tidak ada. Padahal saya mau buat Ayam Rempah Kenikir sebagai pengganti menu Opor Ayam yang selalu hadir di mana-mana saat Lebaran.  Bosan.  Harus “break the routine”.   Kalau tidak ketemu daun kenikir, ayam yang sudah saya beli akan saya masak Ayam Pandan khas Thai.  Di belakang rumah ada tanaman Pandan yang rimbun. Saya juga membeli tauco Medan, untuk membuat Udang Tumis Tauco.  Ini rencana menu di hari kedua Lebaran.  Hari pertama ya menikmati makanan di rumah orang tua.  Keb etulan mereka tinggal tak jauh dari rumah kami.  Lima menit naik mobil.

menu buka sup tom yam, balado terong, cah tahu, lalap timun
menu buka sup tom yam, balado terong, cah tahu, lalap timun

Setelah selesai belanja di pasar, saya ke kantor.  Jalanan lancar.  Di kantor ada tim Topik Siang dan koordinator liputan memantau perkembangan berita dan menyiapkan urutan berita.  Jeda siang saya sempatkan jalan ke klub Elite Rasuna untuk berolahraga.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, saya teringat teman saya Reya Sudharto.  Pernah saya ceritakan di blog ini mengenai sosoknya (baca: DISCONNECTION DI ERA SERBA CONNECTED).  Rencana memasak sup Tom Yam ala Thai yang bahan utamanya udang dan jamur, mengingatkan saya pada les masak masakan Thailand beberapa bulan sebelum Reya kena serangan stroke.  Les masak diadakan di resto Blue Elephant, di kawasan Menteng, Jakarta.  Yang menyelenggarakan adalah portal berita VIVANEWS, sebagai bagian dari peluncuran saluran Viva Life yang ditujukan terutama untuk kaum perempuan.  Saya mengetahuinya dari email yang dikirim panitia, yang menawarkan les masak ini.  Saya mengajak beberapa teman.  Yang merespon dan tertarik adalah Reya dan Yarin (Cahyarina, @mrs_yarin).

Pada hari yang ditentukan, bertiga kami belajar dari ahli masakan  Thai yang disediakan restoran Blue Elephant bagaimana memasak beberapa masakan Thailand.  Tom Yam Goong yang menggunakan udang,  jelas termasuk. Bisa dikatakan bahwa sup Tom Yam (aslinya di Thai disebut Tom Yum), adalah sup bening, pedas dan asam paling kondang di seluruh dunia.  Coba deh baca tautan ini: http://en.wikipedia.org/wiki/Tom_yum. Kombinasi makanan laut dan bumbu dalam sup ini juga bermanfaat bagi kesehatan.

belajar masak makanan Thai bersama Reya dan Yarin
belajar masak makanan Thai bersama Reya dan Yarin

Belajar masak adalah salah satu hal yang sama lakukan dengan Reya dan teman-teman perempuan saya. Kegiatan ini menjadi “penyeimbang” dari kesibukan pekerjaan yang mendera kami, para perempuan karir ini. Kali lain Yarin mengatur les masak untuk anak-anak kami.  Tawaran ini saya sebarkan juga ke teman lain, misalnya @VenturaE lisawati, @NadyaKamka dan lain-lain.  Anak-anak belajar membuat sushi dan sashimi di Restoran Sakura di Jakarta Selatan.  Ibu-ibu mengawasi, ikut belajar, dan tak pula bertukar cerita.  Saat saya sedang fellowship di luar negeri, sementara Darrel tengah liburan, Yarin mengajak Darrel ikut les membuat cupcakes.

Masa liburan sekolah anak, di tengah tahun, biasanya membuat kami para ibu rada pusing.  Saya biasanya memilih berlibur persis sesudah Darrel selesai tes.  Harga tiket masih murah.  Pas liburan, 2 minggu, justru bingung.  Walhasil, Darrel sering saya ajak ke kantor, menemani saya bekerja.  Untungnya sejak usia 20 hari dia sudah saya bawa ke kantor.  Yep, 20 hari.  Jadi saya tidak mengambil cuti melahirkan yang 3 bulan itu;-)..

Suatu hari, beberapa tahun lalu saat Reya masih sekantor dengan saya di ANTV, dan kami berdua tak bisa cuti, saya mengajak Reya membawa anak-anak menonton film 4 dimensi di Teater Tanah Airku, Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah.  Kami lakukan saat jeda makan siang.  Jadi Buy Viagra, anak-anak dijemput oleh sopir, lalu menjemput kami di kantor.  Selama dua jam saya dan Reya menemani mereka nonton film.  Saya dan Darrel sempat naik cable car mengitari TMII.  Reya dan anak-anaknya memilih menyewa sepeda tandem. Mom and Sons Date.  Reya punya tiga putra.  Selesai menemani anak, kami berdua kembali ke kantor, untuk bekerja.  Anak-anak pulang diantar sopir.  Meski tidak lama, tapi sebagai ibu kami merasa bahagia. Malam itu saya pulang larut malam, begitu juga Reya.

Tahun lalu saat liburan sekolah saya terpikir membuat les membuat games untuk anak-anak kami.  Beberapa teman saya tawari, begitu pula teman kantor yang tak bisa cuti.  Singkat kata terkumpul 15 anak.  Selama dua hari seorang pelatih dari Yogyakarta, Mas Sonny @jbdyk mengajari anak-anak kami bagaimana cara membuat games.  Lokasinya di ruang rapat redaksi.  Saya tak bisa menunggui karena hari itu ada dua acara di luar kantor.  Maka Kiki @kikizulkarnain saya mintai tolong sesekali melihat anak-anak dan memastikan mereka dapat makan siang yang enak.  Putri Kiki, Marsha juga ikut belajar. Juga putranya @dian_noeh

Liburan tahun ini, bersama Ventura E, @raravebles @blanthik_ayu Eny,  @Raynia,  @SusiIvvaty, Mbak  @JuniSoehardjo kami nonton bareng film “Despicable Me 2” di XXI Epicentrum Walk.  Didahului makan bersama, makanan bawa sendiri alias potluck.  Dress code-nya colourful.  Ibu dan anak sewarna.  Seru juga. Kami pernah pergi bersama berlibur ke Yogyakarta naik kereta api. Mom and Kids.  Pernah juga mengirim anak-anak belajar membuat komik dan karikatur bersama @sketsagram.  Hm.. apalagi ya?  Oh, pernah janjian ngobrol di cafe yang letaknya di tengah area toko buku Gramedia di mal Grand Indonesia.  Anak-anak asyik membaca buku, lesehan di sela-sela rak.  Ibu-ibu ngobrol ngalor-ngidul sampai sehari penuh.  Fyuhh!

nonton Despicable Me 2
nonton Despicable Me 2

Masih banyak lagi kegiatan yang coba kami lakukan bersama, melibatkan anak-anak.  Tujuannya ya agar kehidupan tak cuma berkutat di kantor, urusan pekerjaan, dan rumah.  Sebagaimana saya pernah ceritakan, kami berempat, yakni Reya, Yarin dan Kiki, punya janji bertemu sebulan sekali.  Makan malam, bercerita apa saja.  Berbagi.  Minta pendapat termasuk soal pengasuhan anak, ketawa-ketawa.  Santai.  Masing-masing kami juga punya kegiatan lain dan komunitas lain lagi.  Intinya, berjejaring penting, tidak hanya urusan pekerjaan tetapi juga dalam menyeimbangkan kehidupan.

Saat mewawancarai calon karyawan saya akan bertanya apa hobinya?  Olahraga?  Seni?  Memasak?  Menulis puisi? Memperbaiki mobil atau motor? Apa saja.  Punya hobi dan punya komunitas itu penting untuk membunuh rasa bosan dan jenuh yang tak jarang muncul dalam rutinitas pekerjaan. Liburan bermanfaat menyegarkan kembali, tapi perlu waktu lebih lama.  Hobi bisa kita kerjakan minimal di akhir pekan.  Menurut saya, orang yang punya hobi punya potensi untuk hidup lebih seimbang dan karenanya biasanya lebih kreatif dan produktif.

buka puasa di rumah Reya
buka puasa di rumah Reya
aneka makanan yang tersaji...gagalkan diet
aneka makanan yang tersaji…gagalkan diet

 

Sabtu lalu, akhirnya saya, Kiki dan Yarin berkumpul di rumah Reya untuk berbuka puasa bersama.  Anak-anak kami bawa agar mereka bisa bergaul  juga.  Meskipun ujung-ujungnya mereka sibuk dengan gadget masing-masing hahaha.  Kami yang bertamu tidak ingin merepotkan tuan rumah, jadi kami membawa makanan untuk berbuka. Wah, jenisnya ternyata buanyak: Ayam Suharti, Baso dan Pangsit GM, oseng mercon, tengkleng, ikan bakar, roti jala, gulai ayam, gulai sapi, lalap daun singkong, daaa…es buah serta lapis legit yang syuper. Woaaaa, diet gagal total saat itu.

Reya nampak senang kami kunjungi.  Kesehatannya baik, tapi dia masih sulit berjalan, sehingga jarang ke luar rumah.  Reya memahami semua yang kami obrolkan, meski sulit merespon.  Perkembangan kesehatannya luar biasa.  Kami ingat saat dia selaput syaraf otaknya robek, dokter mengatakan peluang keberhasilan operasi hanya 20%.  Syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT, Reya bertahan dan kian lama kian membaik.  Pengalaman  Reya membuat saya, Kiki dan Yarin berpikir betapa pentingnya memberi perhatian lebih pada: family, friends and healthiness.

Sore itu kami berkumpul, makan, tukar cerita, saling menasihati anak…menggoda mereka yang konon sudah punya “Hollywood Crush”;-).  Anak-anak beranjak remaja.  Ada yang sudah kelas 1 SMP.  Tak lama lagi tahu-tahu mereka sudah kuliah, tahu-tahu mereka menikah…kami mungkin sudah pensiun atau masih bekerja?  Time will tell.

Kenangan akan bukber di rumah Reya kembali datang saat saya memasak Tom Yam untuk berbuka puasa malam ini.#end

 

 

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *