HomeUncategorizedTANDA-TANDA ANAK KECANDUAN INTERNET GAMES

TANDA-TANDA ANAK KECANDUAN INTERNET GAMES

 

Ramadan Journey 2013

Day 28

D dan iPadnya

“D, matikan dulu iPad-nya.  Kamu sudah satu jam melototin layar, main games.  Nanti masih muda, matanya bisa rusak.”

Kalimat ini sering sekali saya lontarkan ke anak saya.  Lebih sering saat liburan seperti ini, karena praktis kegiatan D di rumah ya lebih banyak main games.  Dia sudah kian jarang membaca buku.  Padahal koleksi bukunya banyak dan bagus-bagus. Selama Ramadan ini saya wajibkan dia membaca juz amma minimal lima halaman per hari.  Kalau tidak diawasi, ya lupa.  Karena dia anak tunggal, ya gampang bosan karena tidak ada teman bermain di rumah. Anak-anak tetangga belakang yang biasanya datang berkunjung nampaknya sudah diajak orang tuanya pulang kampung.

Makanya, seperti kemarin, hari ke 28 Ramadan, saya ajak D ke kantor.  Supaya tidak seharian berkutat dengan tablet atau laptop.  Eh, sampai di kantor dia menggunakan laptop saya juga untuk mengakses beberapa trailer di saluran Youtube.  Wajahnya nampak “bete” ketika koneksi internet di kantor agak lelet.  “Makanya aku males pergi ke mana-mana.  Di rumah enak, wifi bagus,” gerutu si D.  Dia akhirnya mau menunggui saya bekerja sampai sore setelah saya janjikan untuk menonton film “Smurf2”.

Kegemaran D menonton saluran anak-anak di televisi jauh di bawah kegemarannya mengakses beragam games yang gratis di internet.  Kami sebagai orang tua mengawasi apa saja yang dia mainkan.  Saat ini dia menggemari “mine craft”. Ini permainan membangun blok-blok menjadi bentuk apa sajayang disukai.  Setiap saat bisa muncul monster yang merusak Viagra apa yang sudah dibangun.  Tantangannya memastikan itu tidak terjadi.  Nah, jadinya ketergantungan pada proses sangat tinggi.  Memicu kecanduan.  Di Inggris  “mine craft” menduduki peringkat pertama paling populer diantara beragam jenis games.

Pada hari-hari sekolah, saya sudah membatasi waktu D menggunakan iPad.  Dia hanya boleh menggunakannya di akhir pekan.  Tapi saat liburan seperti ini…duuh, repot.  Kalau dilarang, kasihan.  Tapi lebih kasihan dan kuatir lagi kalau melihat matanya yang nampak mudah lelah karena memelototi layar permainan.  Pagi-pagi saya mencoba memaksanya melihat tanaman hijau di belakang rumah untuk penyegaran mata.  D juga kami beri jus wortel.

Sebuah artikel yang dimuat di laman berbahasa asing menarik perhatian dan bikin saya tambah kuatir.  Artikel ini membahas 7 tanda-tanda anak yang kecanduan permainan di internet. Ini dia tanda-tandanya:

– Secrecy or lying about use

– Spending more than 24-30 hours a week online not for work or school

– Mood shifts, such as increased irritability, if access is taken away

– A significant decrease in other activities and interests

– Neglecting friends, family and other responsibilities

– Sleep problems

– Deterioration of personal hygiene

tmiller@nydailynews.com
Lengkapnya di tautan ini: http://www.nydailynews.com/life-style/health/kids-addicted-video-games-violent-experts-article-1.1298338#ixzz2bCSINIn7

 

Sepertinya dua tanda-tanda sudah ada.  D mudah marah kalau akses ke tablet dan games dibatasi.  Dia bisa cemberut. Bahkan nyaris menangis.  Duh.  Saat liburan dia juga cenderung tidur larut malam asyik dengan games.  Kalau ini sepenuhnya salah saya sih sebagai orang tua.  Lha, jam segini saya dan ayahnya juga asyik di depan komputer L #end.

 

2 Comments

  1. September 10, 2013 at 2:41 pm — Reply

    hehehe nyaris sama dngn anakku

  2. September 10, 2013 at 2:41 pm — Reply

    hehehe nyaris sama dngn anakku

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *