HomeUncategorizedALHAMDULILLAH SAMPAI DI GARIS FINISH;-)

ALHAMDULILLAH SAMPAI DI GARIS FINISH;-)

 

 

Ramadan Journey 2013

Day 30

Shalat Ied Fitri 1434 H di Mesjid An Nuur
Shalat Ied Fitri 1434 H di Mesjid An Nuur

Catatan ini ditulis saat hari-H, Iedul Fitri 1434 H, yang jatuh hari Kamis, 8 Agustus 2013. Eh, bahkan sudah memasuki hari kedua Lebaran.  Sudah lewat midnite, dan ditulis dengan sisa-sisa tenaga yang ada;-).

Telat dua hari untuk menuntaskan catatan harian yang saya beri tajuk “Ramadan Journey 2013”.  Maklum, kemarin saya sibuk menuntaskan beres-beres rumah, masak beberapa jenis masakan.  Itupun baru saya lakukan semalam, karena kemarin sesorean sampai jelang buka puasa saya menemani tamu dari Amerika Serikat yang tengah melakukan fellowships soal media di Indonesia.  Kog ya pas datangnya bersamaan dengan Lebaran.  Untung masih ada sejumlah teman yang bisa menyediakan waktu berbagi informasi dengan tamu saya ini, Alexander Feldman, President US-ASEAN Busines Council.  Dia adalah Eisenhower Fellow 2013.

Alhamdulillah, akhirnya saya mencapai garis finish, ujung dari Ramadan tahun ini.  Hari-hari terakhir kondisi badan agak turun, tapi tekad menjalankan puasa – di luar masa datang bulan- membuat saya bisa menuntaskannya sampai waktu berbuka.  Kami sekeluarga berpuasa 30 hari, dan bersyukur sempat buka puasa bersama di rumah pada hari terakhir lalu.  Menunya?  Ramen buatan sendiri lengkap dengan jamur Enoki;-)

Teman-teman yang kebetulan sempat mampir ke blog ini mungkin bertanya, kog saya rajin menulis setiap hari?  Targetnya apa?

Tidak ada target.  Awalnya adalah perasaan bersalah karena berbulan-bulan saya jarang menulis di blog.  Padahal domain blog ini bayar –nggak mahal sih;-).  Masa berlaku domain berakhir Agustus tahun ini.  Nyaris, setahun berlalu tanpa pemutakhiran tulisan yang berarti.  Tulisan terakhir yang saya unggah di blog ini adalah tulisan saya yang dimuat di Majalah Rollingstone INA, soal akun Twitter Presiden SBY.  Dimuat Mei 2013.

Menjelang akhir masa langganan untuk tahun ini, kog pas Ramadan.  Saya pikir ini momen yang baik untuk melatih disiplin diri dengan mencanangkan tekad menulis setiap hari.  Apa saja yang saya alami, yang saya rasakan, yang saya lihat, yang saya pikirkan, yang saya lakukan.

Hal lain yang saya lakukan selama Ramadan ini untuk melatih disiplin adalah rutin berolahraga seminggu tiga kali di bawah bimbi ngan seorang pelatih pribadi.  Saya pernah cerita di sini, bahwa berolahraga selama bulan puasa nyaris tak pernah saya lakukan.  Apalagi siang hari.  Alhamdulillah saya bisa melakukannya  kali ini.  Agak #bangga sih, apalagi kalau melihat yang latihan siang hari biasanya tidak puasa.  Ada seorang mahasiswa putra kenalan saya yang sedang liburan kuliah di AS, selama Ramadan ini rutin olahraga juga dan tidak puasa.  Hm…kalau Online Blackjack tidak sanggup, harusnya jangan dipaksa.  Puasa Ramadan lebih penting.

 

Sebenarnya saya juga mencanangkan membaca Al Qur’an setiap hari saat perjalanan dari rumah ke kantor.  Lumayan, hari-hari pertama Ramadan saya melewatkan waktu perjalanan satu jam dengan membaca kitab suci.  Termasuk surat Al Kahfi yang panjangnyaaaa….Sayangnya, memasuki paruh waktu kedua, kebiasaan itu sulit saya pertahankan.  Kadang bisa, kadang tidak.  Menyesal juga rasanya.  Semoga saya bisa meneruskannya usai Lebaran.

Tak bisa dielakkan, sebagai jurnalis,  catatan Ramadan Journey saya lantas banyak membahas soal yang terkait dengan masalah aktual di masyarakat.  Sumbernya adalah dari pertemuan buka bersama yang saya hadiri.    Saya hanya ingin membagikan nuansa dan menceritakan agar lebih detil ketimbang apa yang disampaikan teman-teman jurnalis melalui medianya.  Durasi berita televisi hanya 1-2 menit per berita pendek.  Tulisan di media siber 3-5 paragraf.  Berita di koran  pun sama.  Sebagai saksi mata, saya ingin menyampaikan nuansa di balik b erita yang ada.  Menariknya karena kebanyakan buka puasa yang diadakan oleh tokoh publik sudah memasuki fase kehangatan politik 2014.

Hm,  tadi saya mengatakan “tidak ada target”.  Padahal ada, yakni mendisiplinkan diri, minimal untuk dia kegiatan: menulis dan olahraga.

Saya pikir punya target itu penting.  Target jangka pendek, misalnya jangka sebulan.  Akhir-akhir ini saya menyadari betapa saya lebih sering memb uat target jangka pendek itu ketimbang jangka panjang.  Target jangka pendek, misalnya, bulan depan ingin merealisasikan program baru.  Ingin mewawancarai si Anu.  Akan menggelar diskusi ini dan itu (misalnya saat bertugas sebagai Dewan Pers). Menetapkan target jangka pendek dalam urusan pekerjaan membuat saya selalu punya semangat datang tiap hari ke kantor.  Ada yang ingin saya kerjakan.  Tapi saya menyadari kini, target jangka menengah dan panjang itu perlu.  Hanya berkutat di target jangka pendek membuat kita terperangkap dalam rutinitas harian dan mingguan.  Sebenarnya begitu. Ini bisa membuat jenuh dan bosan.

Jadi, di garis finish Ramadan 2013, saya berpikir soal target jangka menengah dan panjang itu.  Ada beberapa hal, tapi belum bisa saya katakan.  Kata Darrel, “Mom belum finish beneran.  Kan Mommy tidak puasa lima hari.  Harus dibayar segera, baru bisa bilang mencapai garis finish.”  Baiklah. Minimal saya sampai di garis finish Ramadan Journey 2013 kan 😉

Selamat Iedul Fitri 1434 H teman-teman, semoga Ibadah Ramadan kita diterima Allah SWT, dan kita diberikan kesempatan menjalani Ibadah Ramadan tahun depan (dan saya bisa melanjutkan Ramadan Journey;-)).  Atas nama pribadi dan keluarga saya mohon maaf lahir batin atas segala khilaf dan salah, termasuk dalam tulisan di blog ini.#end

 

 

 

4 Comments

  1. […] Apalagi saat itu saya masih aktif memimpin sebuah ruang redaksi televisi bersiaran nasional.  Alhamdulillah sampai di finish juga.   Teman-teman bisa membaca catatan saya di […]

  2. […] Apalagi saat itu saya masih aktif memimpin sebuah ruang redaksi televisi bersiaran nasional.  Alhamdulillah sampai di finish juga.   Teman-teman bisa membaca catatan saya di […]

  3. July 4, 2015 at 11:49 am — Reply

    This in turn is sure to assist in enhancing the investment returns
    (ROI). The lack of fresh content will lead to loss of popularity and reader interest.
    They think that a website is enough to increase leads.

  4. July 4, 2015 at 11:49 am — Reply

    This in turn is sure to assist in enhancing the investment returns
    (ROI). The lack of fresh content will lead to loss of popularity and reader interest.
    They think that a website is enough to increase leads.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *