HomeUncategorizedKOLABORASI MENTERI SUSI DAN PERBANKAN

KOLABORASI MENTERI SUSI DAN PERBANKAN

#100HariJokowiJK #Hari35

Menteri Susi Pudjiastuti dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di FGD ‘Dukungan Sektor Keuangan Untuk Pembangunan Kemaritiman’. Foto oleh Uni Lubis
Menteri Susi Pudjiastuti dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di FGD ‘Dukungan Sektor Keuangan Untuk Pembangunan Kemaritiman’. Foto oleh Uni Lubis

Otorijas Jasa Keuangan menggelar diskusi untuk membahas kebijakan mendukung sektor kemaritiman sebagai pilar pembangunan.  Menteri Susi bercerita potensi perikanan.

“Sebulan terakhir saya merasa overwhelmed.  Excited. Saya juga feel very happy.  Tapi juga a bit worry melihat antusiasisme ke sektor maritim.  Melihat semua sekarang merasa bahwa perikanan itu bisa membuat Indonesia ke tingkat dunia.”  Ini pembukaan pidato Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.  Kamis siang (27/11) dia hadir di depan 200-an bankir dan pelaku industri keuangan lain di acara Focus Group Discussion yang diadakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di gedung Bank Indonesia di kawasan Jl MH Thamrin.

FGD itu membahas bagaimana peran strategis industri keuangan mendukung pembangunan sektor maritim.  “Cakupan maritim itu luas.  Bukan hanya perikanan tangkap.  Bahkan industri pembuatan kapal nelayan, jasa transportasi laut, jasa wisata bahari, budidaya bisa masuk sektor maritim.  Ini yang harus kita definisikan bersama, lantas kita pilah-pilah mana yang bisa segera kita dukung,” ujar ketua dewan komisioner OJK, Muliaman Hadad.  FGD ini adalah tindaklanjut diskusi pimpinan OJK dengan Menteri Susi di kantor KKP dua pekan lalu.

OJK, kata Muliaman Hadad, tengah membuat workstream, pemilahan kerja khusus terkait sektor maritim, sekaligus menajamkan prioritas.  “Kita ingin menunjang restorasi sektor kemaritiman sebagai bagian dari mendukung kemandirian pangan yang dicanangkan oleh pemerintahan Pak Jokowi,” ujar Muliaman.  Perbankan dan industri keuangan non bank seperti asuransi perlu menyediakan model pembiayaan yang standar dan generik.

Muliaman lantas mengutip data KKP tahun 2012. Potensi produksi perikanan Indonesia sebanyak 65 juta ton per tahun.  Baru 15 ton per tahun yang dimanfaatkan.  Jumlah kredit perbankan di sektor maritim tercatat Rp 67,33 Triliun.  Ini hanya 1,85 persen dari total penyaluran kredit nasional yang mencapai 3,561 Triliun.  “Tingkat kredit macet, atau non performing loan di sektor ini lumayan tinggi,” kata Muliaman.  Dia mengajak perbankan untuk lebih mengenali potensi sektor kemaritiman, termasuk perikanan.  “Perlu pembinaan.  Misalnya kalau kredit ke nelayan.  Harus dipikirkan mekanisme asuransi.  Nelayan kalau tidak bisa melaut karena sakit, misalnya, kan tidak bisa dapat penghasilan untuk bayar cicilan kredit.  Bagaimana perlindungannya?”

Baca selengkapnya

rappler_logo

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *