HomeUncategorizedJOKOWI JANJI BANGUN 50 DAERAH PERBATASAN

JOKOWI JANJI BANGUN 50 DAERAH PERBATASAN

#100HariJokowiJK  #Hari53

Presiden Jokowi meninjau pos perbatasan TNI AL di Pulau Sebatik. Foto oleh setkab.go.id
Presiden Jokowi meninjau pos perbatasan TNI AL di Pulau Sebatik. Foto oleh setkab.go.id

Belajar dari kasus sengketa Pulau Ambalat, lalai membangun kawasan terpencil di perbatasan berisiko lepasnya wilayah itu ke negara tetangga.  Buruknya infrastruktur jalan sebabkan ekonomi biaya tinggi.

Siapa Presiden Indonesia yang pertama kali mengunjungi Pulau Sebatik, sebagai salah satu pulau yang letaknya di perbatasan Indonesia dengan Malaysia, tidak terlalu penting.  Yang paling penting sesudah berkunjung ke perbatasan, apa yang dilakukan?  Ada perubahan kah dalam hal fasilitas infrastruktur?  Sebatik tidak bisa dijadikan patokan.  Ada fasilitas TNI di sana.  Posko pemantau perbatasan oleh Marinir.

Ini perasaan warga kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, yang luput dikunjungi Presiden  Joko “Jokowi” Widodo dua hari lalu saat Jokowi mampir ke Nunukan.  Menurut warga, situasi di sana lebih mengkuatirkan.  Ada masalah Outstanding Boundary Problem (OBP) yang riskan kondisinya.  Sudah tujuh kali perundingan OBP di sigmen Sungai Sumantipal dan Sungai Sinapad dilakukan antara pihak Indonesia dan Malaysia. Perundingan terakhir dilakukan 26 November lalu, di Johor.  Dari lima sigmen di Kalimantan, tiga berlokasi di Kecamatan Lumbis Ogong.  Kalau tidak ada kata sepakat, wilayah ini bisa lepas. Infrastruktur juga memprihatinkan.  Selengkapnya bisa diikuti di sini: Kunjungi Nunukan Tapi Jokowi Tidak Mampir ke Perbatasan, Ini Ungkapan Kekecewaan Warga

Agustus lalu, tim liputan ANTV juga menyusuri jalan di wilayah Sanggau-Sosok-Tayan di Kalimatan Barat, yang bagian utaranya berbatasan dengan Serawak, Malaysia.

Baca selengkapnya

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *