HomeUncategorizedMENTERI RINI SOEMARNO BICARA

MENTERI RINI SOEMARNO BICARA

#100HariJokowiJK  #Hari55

20141219_132823
Menteri BUMN Rini Soemarno saat dikunjungi di kantornya, 19 Desember 2014. Foto oleh Uni Lubis

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menjawab sejumlah isu kontroversial, termasuk rencana pengembangan BUMN menjadi agen pembangunan.

Di ruangannya, Rini Mariani Soemarno memasang sebuah peta Indonesia berukuran lebar.  Menggambarkan secara cukup detil seluruh wilayah republik.  “Di sini, kita akan bangun infrastruktur.  Jalan, jembatan, dan yang selama ini tak pernah dipikirkan, kawasan industri yang lengkap fasilitasnya. Jadi, BUMN karya-karya itu akan bareng-bareng membangun.  Menjadi pelopor,” kata Rini, sambil menunjuk beberapa titik.  Membangun jalan atau sekedar memelihara, itu pola yang selama ini dilakukan.  Menciptakan pusat-pusat industri di sejumlah pulau besar yang tersebar dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Nusa Tenggara Timur, mungkin itu terobosan.

Kawasan industri yang akan dibangun termasuk di Kuala Tanjung Sumatera Utara industri maritim di Tanggamus, Lampung.  Juga di Bitung, Sulawesi Utara.  Dan sejumlah titik lain.  Presiden Joko “Jokowi” Widodo, kata Rini, tak ingin membangun kawasan industri, lantas penyewa terima bersih.  “Kita libatkan BUMN, sedari awal untuk investasi.  Membebaskan lahan, membeli tahan, membangun infrastruktur, bahkan membangun industri.  Membangkitkan rasa memiliki yang tinggi dari penghuni kawasan industri.  Pemerintah akan melengkapi dengan infrastruktur jalan, rel kereta api, listrik, kebutuhan air, sampai pembangunan jaringan fiber optik untuk integrasi komunikasi.  Lengkap,” ujar Rini.  Saya teringat kunjungan ke hi-tech development industrial zone di Chengdu, Tiongkok. Investor dimanjakan.  Baik investor lokal maupun asing.

Di meja kerjanya, di ruangan Menteri Badan Usaha Milik Negara, di lantai 19 gedung yang sedang jadi sorotan, bertumpuk dokumen.  Rini tengah membereskan pendataan BUMN, menyiapkan penggantian direksi yang diperlukan, menajamkan prioritas kerja, menyusun standar penilaian kinerja dan banyak lagi.

Baca selengkapnya

 

20141219_133129

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *