HomeUncategorizedSTRATEGI MARTABAK BISNIS PENERBANGAN

STRATEGI MARTABAK BISNIS PENERBANGAN

#100HariJokowiJK  #Hari68
INDONESIA-AVIATION-AIR ASIA
Pesawat AirAsia terbang melintasi Bandara Soekarno-Hatta pada Februari 2012. Foto oleh Adek Berry/AFP

Harga minyak dunia turun ke titik terendah dalam enam tahun. Harga avtur mengikuti. Mengapa ongkos transportasi tidak turun?

Jika Anda suka bepergian, mestinya ini hari-hari yang menggembirakan. Harga minyak yang turun, terbukti ikut menurunkan harga bahan bakar pesawat terbang, avtur. Kamis 8 Januari 2014 ini harga minyak Brent, yang diproduksi dari Laut Utara, menyentuh angka US$ 51 per barel. Adapun minyak jenis WTI harganya di kisaran US$ 47 per barel.

Di laman http://aviation.pertamina.com kita bisa menyaksikan, harga avtur memang diturunkan, mengikuti pergerakan harga minyak internasional.

Di Bandar Udara Soekarno Hatta, Jakarta, untuk periode 1-14 Januari harga avtur adalah Rp 8.239.41 / US$ cen 65,52  per liter. Tapi untuk penerbangan internasional, harganya lebih murah, US$ cen 59,40 per liter. Di Papua, untuk penerbangan internasional, harganya lebih mahal, yakni US$ cen 72,90, lebih mahal 13 cen, alias sekitar Rp 1.500 per liter.

Avtur memakan biaya cukup besar bagi industri penerbangan, sekitar 30% dari total biaya. Ini yang menjadi salah satu alasan bagi Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional, biasa (INACA) menaikkan harga tiket, tahun lalu. Kalau harga minyak atau avtur menggila, organisasi ini termasuk paling cerewet mendesakkan kenaikan harga.

Saya membaca di berbagai situs pemberitaan, pada awal September lalu hampir semua maskapai penerbangan mengalami kesulitan akibat anjlok-nya nilai tukar rupiah.Tingginya harga avtur dinyatakan membuat biaya operasional maskapai penerbangan nasional makin membengkak.

Kata Ketua Umum INACA Arif Wibowo waktu itu, biaya bahan bakar pesawat di Indonesia tergolong paling tertinggi dari negara ASEAN lainnya.

Baca selengkpanya

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *