HomeUncategorizedKONTROVERSI KAPOLRI PILIHAN JOKOWI

KONTROVERSI KAPOLRI PILIHAN JOKOWI

#100HariJokowiJK  #Hari69
Calon tunggal Kapolri Budi Gunawan. Foto oleh Wikimedia
Calon tunggal Kapolri Budi Gunawan. Foto oleh Wikimedia

Meskipun masa pensiunnya baru jatuh pada Oktober mendatang, Jenderal Sutarman harus bersiap-siap untuk menyerahkan tongkat komandonya kepada juniornya, Budi Gunawan.

Komisaris Jenderal Pol. Drs. Budi Gunawan, SH, MSi, PhD, demikian nama lengkap jenderal kelahiran Surakarta, 11 Desember 1959 itu, diusulkan namanya oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo ke DPR untuk menjadi Kepala Polri yang baru.

Prosesnya terbilang cepat. Surat dari Komisi Kepolisian Nasional kepada Presiden datang pada Jumat pagi (8/1), pada Jumat sore Presiden Jokowi sudah berkirim surat ke DPR. Isinya: mencalonkan Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri.

Sutarman, pejabat yang bakal digantikannya, adalah mantan ajudan Presiden Abdurrahman “Gus Dur” Wahid. Ia dulu sering menemani Presiden Gus Dur berjalan-jalan di halaman istana. Meski pensiunnya masih Oktober 2015, tapi Presiden rupanya menghendaki pergantian Kapolri dilakukan segera.

Sang pengganti, Budi Gunawan, pernah menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri. Budi jelas bukan sembarang ajudan. Di antara ajudan Megawati, Budi paling banyak diperbincangkan. Ia punya hubungan luas dengan media. Bukan hanya itu, hubungannya dengan para elite PDI Perjuangan terjalin hingga kini. Erat dan rapat.

Kalau Anda masih ingat, sewaktu kampanye pemilihan presiden, tepatnya pada Juni 2014, salah satu tokoh PDI-P, Trimedya Panjaitan, bertemu dengan Budi Gunawan.

Baca selengkapnya

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *