HomeUncategorizedJusman SD : Mungkinkah Rupiah Bangkit Kembali?

Jusman SD : Mungkinkah Rupiah Bangkit Kembali?

Tulisan ini saya salin dari status Facebook Pak Jusman Syafii Djamal, kini komisaris utama PT Garuda Indonesia.  Saya sudah menminta ijin beliau untuk menyebarluaskan tulisan via blog ini.  Selamat menikmati

Saya mengumpulkan dari pelbagai sumber beberapa gambar grafik yang menarik untuk dijadikan bahan rujukan agar kita semua sebagai suatu Bangsa selalu memikirkan nasib rupiah. Jangan dibiarkan jatuh tanpa dijaga. Sebab nilai kekayaan banyak orang Indonesia dinilai dalam rupiah. Jika ia jatuh berarti kekayaan orang Indonesia nilainya jatuh. Mungkin dalam angka apalagi kalau gunakan  persentase tidak terasa besar. 1 %, 2 % bahkan 10 % banyak ahli menyatakan tidak apa apa. Secara makro tidak apa apa, akan tetapi mikro berapa banyak perusahaan yang mengalami kerugian hanya karena kurs berubah. Berapa banyak asset merosot nilainya. Berapa tambahan beban bunga yang harus ditanggung oleh perusahaan. Nilai rupiah tertekan, perusahaan pembangkit lapangan kerja pasti ikut tertekan. Hidup tidak lagi mudah. Karenanya perlu dipertimbangkan harga rupiah yang pas dan terkendali.

Tiap nilai rupiah jatuh potensi ekspor membesar., kata para ahli “competitive advantage”. Akan tetapi dalam industri abad 21 tidak mungkin ada industri tumbuh tanpa komponen import. Apalagi kita mengenal istilah Global Production Network. Jaringan Produksi Global. Konsepsi Value Chain, mata rantai nilai tambah. Supply Chain mata rantai pasokan berarti ada keterkaitan antara sesama industri secara global. Saling pengaruh mempengaruhi.

Diperlukan kestabilan harga rupiah dan harga rupiah yang seimbang. Undang Undang APBN menggunakan asumsi Rp 12.500 rupiah per dollar. Asumsi yang harus terus dipelihara sepanjang waktu agar industri tumbuh dan lapangan kerja terus terjaga.  Bagaimana caranya, itu tantangan para ahli ekonomi Indonesia. Mungkinkah, kita jawab pasti mungkin.

Bagaimana, ……. Pertanyaan yang masih sukar ditemukan jawabannya. Berikut gambar grafik yang saya kumpulkan. Siapa tau ada lain gambar bisa memperkaya khasanah pengetahuan kita bersama.

Ada buku menarik berjudul Time Series on Indonesian Rupiah/USD Rate 1995-2005, Buku ini terbitan Tinbergen Institute Research series, buku ini merupakan karya thesis doktor seorang putera Indonesia Antonius Viva Hardiyanto yang diuji dalam sidang thesis doktor di Universitas Roterdam 11 Januari 2007. Antara lain digambarkan hal sbb :

Dan kini mengapa Rupiah tertekan, kata para ahli karena terseret oleh merosotnya Rubel Russia dan melemahnya Euro. Seperti diperlihatkan oleh gambar berikut ini :

Dan karenanya kita jadi ingat pada Kisah Rupiah Tahun 1997-1998, yang dapat diamati dari grafik berikut ini pola naik turunnya.

Serta Kisah Rupiah tahun 2008-2009

Kini kisah 1998 dan 2008 seolah berulang kembali pada Kisah Rupiah tahun 2013-2015. Apakah ini deja vu ?

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *