HomeUncategorizedMeditasi di Forum Ekonomi Dunia

Meditasi di Forum Ekonomi Dunia

Konferensi pers WEF di Jakarta, 16 April 2015. Foto oleh Uni Lubis
Konferensi pers WEF di Jakarta, 16 April 2015. Foto oleh Uni Lubis

Sebanyak 600 pengambil keputusan di bidang ekonomi dan bisnis berkumpul di Jakarta untuk membahas saling percara di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi global. WEF Asia akan meluncurkan inisiatif Grow Asia untuk membantu petani miskin.

Salah satu acara dalam Forum Ekonomi Dunia regional Asia yang akan digelar di Jakarta tanggal 19-21 April 2015, adalah sesi pengalaman meditasi. Dalam susunan acara di hari ke-3, ada 45 menit sesi “Experience Mindfullness Meditation”. Dalam sesi ini peserta akan mendapatkan pengalaman meditasi dari pendeta Hindu Dharma. Pengenalan filosofi kesadaran berpikir melalui meditasi akan dilakukan melalui latihan mengenai kesadaran diri, tenang dan lebih fokus.

Menurut direktur senior dan kepala Asia Pasifik Forum Ekonomi Asia (WEF), Sushant Palakurthi Rao, sesi meditasi seperti ini sudah pernah dilakukan di acara WEF Global yang setiap awal tahun diadakan di kawasan pegunungan Davos, Swis. Untuk WEF Asia, baru pertama kali dilakukan kali ini. Jakarta juga menjadi tuan rumah WEF Asia pada Juni 2011. “Saat ini terjadi ketidakpastian yang tinggi di berbagai belahan dunia terkait politik dan ekonomi. Para pengambil keputusan yang hadir di WEF bisa mengambil manfaat dari meditasi untuk menjalani situasi ketidakpastian yang menyulitkan usaha mereka,” kata SP Rao.

Belakangan, WEF yang awalnya menjadi forum para pengambil keputusan di bidang ekonomi dan bisnis, banyak mengundang penggiat masyarakat sipil, aktivis buruh, pemuka dalam kebudayaan serta pemuka agama. “Kami juga mengundang pemuka agama dari Indonesia, karena negara ini kaya dengan keberagaman,” ujar Rao. Dia menyebut salah satu tokoh Nahdlatul Ulama, KH. Masdar F. Mas’udi sebagai salah satu yang diundang. Dalam sesi meditasi di WEF Asia di Jakarta kali ini, tercantum nama Dhammaratana Nayaka Maha Thero, pendiri Ti-Ratana Welfare Society dari Malaysia dan Ida Resi Alit, pendeta Hindu dan pendiri Ashram Purwa Agung Indonesia.

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil dalam keterangan pers soal WEF Asia mengatakan bahwa pemerintah akan memanfaatkan forum ini untuk sosialisasi program Presiden Joko “Jokowi” Widodo. “Ini forum prestisius. Saya pernah hadir, dan mendapatkan manfaat banyak. Banyak pihak di luar, termasuk pengusaha yang belum paham soal potensi Indonesia,” kata Sofyan Djalil.

Program Nawa Cita yang menjadi bahan kampanye kubu Jokowi-JK saat pemilu presiden, juga akan dipaparkan di forum WEF Asia.

Baca selengkapnya

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *