HomeUncategorizedMenteri Anies Baswedan Soal Koruptor Berpendidikan Tinggi

Menteri Anies Baswedan Soal Koruptor Berpendidikan Tinggi

Anies Baswedan berbincang-bincang dengan Presiden Joko Widodo pada 22 Juli 2014. Foto oleh Mast Irham/EPA
Anies Baswedan berbincang-bincang dengan Presiden Joko Widodo pada 22 Juli 2014. Foto oleh Mast Irham/EPA

Enam bulan menjadi mendikbud, Anies Baswedan menjalankan tiga program utama yang bertujukan untuk wujudkan revolusi mental. Ini slogan kampanye Presiden Jokowi.

“Koruptor itu pengkhianat bangsa. Bukan sekedar pelanggar hukum pidana.” Ini jawaban Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof. Anies Baswedan. Sabtu siang (2/5), ketika Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional, Rappler Indonesia mewawancarai Anies Baswedan di kantornya, di kawasan Senayan, Jakarta. Wawancara dilakukan @adeliaputri, jurnalis multimedia Rappler.

Jawaban Anies soal koruptor mengacu kepada pertanyaan yang netizen melalui @RapplerID, soal indeks korupsi tinggi dikaitkan dengan tingginya pendidikan pelaku korupsi. Akun @Wilsonzeky bertanya kepada @aniesbaswedan, “Indeks korupsi yg tinggi disebabkan oknum yg jg memiliki pendidikan tinggi. Solusi tbaik menurut bpk?”

Koruptor, kata Anies, mengkhianati sumpah jabatan, yang didahului kalimat janji kepada Tuhan. Yang mengelola uang dengan angka besar, termasuk memutuskannya, adalah orang-orang berpendidikan tinggi. Maka, kata Anies, wajar kalau kemudian yang menjadi koruptor didominasi mereka yang berpendidikan tinggi, bahkan yang bergelar profesor alias guru besar. Sedikitnya 10 guru besar sudah divonis sebagai koruptor, diantaranya Prof Rudi Rubiandini, guru besar Institut Teknologi Bandung, mantan kepala BP Migas.

Sampai kini Rudi masih menghuni hotel prodeo. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mengganjar Rudi hukuman tujuh tahun penjara.

Baca selanjutnya

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *