Resep Ala Tiongkok Berjaya di Olimpiade Rio

olimpiade_5f96fcd

BINTANG Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil, gampang ditebak: Michael Phelps. Meski perhelatan olahraga sejagad itu belum selesai digelar, tapi sulit untuk membayangkan ada atlet yang bisa menyalip perolehan medalinya.

Atlet renang dari Amerika Serikat itu menutup perolehan medalinya di cabang 4×100 meter, di Olympic Aquatics Stadium, Sabtu 13 Agustus lalu. Kecepatannya melaju di air membantu timnya memperoleh emas. Sepanjang ikut lima olimpiade, ini adalah medalinya ke-28, 23 di antaranya emas. Tak ada atlet di cabang olahraga mana pun yang mendapat lebih dari sembilan emas.

Dalam renang estafet itu, Phelps berenang bersama Ryan Murphy (gaya punggung), Cody Miller (gaya dada), Nathan Adrian (gaya bebas). Phelps sendiri menggunakan gaya kupu-kupu. Ia menyentuh dinding kolam renang hampir setengah detik lebih cepat dibanding pesaingnya.

Kehadiran Phelps di kolam renang menjadi inspirasi bagi banyak atlet. Konsisten berprestasi terus-menerus selama lima olimpiade, artinya dalam jangka waktu 20 tahun, sungguh prestasi istimewa. Katie Ledecky, kini 19 tahun, yang menang empat medali emas di Rio, menunjukkan fotonya bersama Phelps, ketika ia 9 tahun. Ketika itu Katie ikut antre untuk berfoto bersama, dan mendapatkan tandatangan Phelps. Kini mereka berdua tampil satu tim, sama-sama mengibarkan bendera Amerika.

Phelps mengatakan akan pensiun seusai Olimpiade Rio. Ia tak akan ikut berlaga di Olimpiade Tokyo, empat tahun lagi. Ibunya, tunangannya, juga teman-temannya, mengatakan hal yang sama: Phelps akan pensiun.

Tapi banyak pula yang ragu. Pada 2012, seusai Olimpiade di London, Phelps mengatakan hal serupa: pensiun, karena kecewa terhadap hasilnya. Ia merasa lelah terus-menerus berlatih sepanjang waktu. Padahal, perolehannya di London sungguh istimewa: 4 emas, 2 perak.

Perolehan 4 emas itu sungguh istimewa. Di Olimpiade London itu, Indonesia hanya memperoleh 1 perak dan 1 perunggu, sama dengan Malaysia, Puerto Rico, dan Taiwan. Argentina, yang sepakbolanya di tataran atas dunia, hanya mendapat 1 emas. Kanada, Meksiko, Turki, Irlandia, Slovenia, dan banyak negara lain, cuma mendapat 1 emas plus sejumlah perak.

Michael Phelps divakum dengan cangkir. Sumber foto: www.dailymail.co.uk

Phelps tetap saja kecewa. Ia mundur.

Tapi ia hanya mundur selama 18 bulan. Setelah itu ia memutuskan balik ke kolam renang. Ia ingin mencari cara pensiun yang lebih baik: dengan mendulang prestasi lebih banyak. Inilah yang ia buktikan di Olimpiade Rio. Di sini ia mendapatkan 5 emas dan 1 perak.

Kehebatan Phelps merupakan buah dari ketekunan, teknologi, plus: metode pemulihan cepat ala Tiongkok. Kalau Anda perhatikan, di tubuh Phelps terdapat lingkaran-lingkaran warna gelap, menyebar di tangan, punggung, pinggang, dan kaki.

Ini mirip dengan metode bekam yang sering dipraktekkan di Tanah Air –diklaim sebagai metode pengobatan tradisional ala Nabi. Dalam bekam, ada semacam cangkir ditangkupkan untuk memvakum kulit. Menurut para praktisi bekam, setelah itu darah yang mengandung racun dikeluarkan.

Metode yang digunakan Phelps juga menggunakan cangkir ditangkupkan untuk memvakum udara. Pengosongan udara bisa menggunakan pompa, pemanasan, atau pendinginan. Selama 5-10 menit cangkir itu dibiarkan menempel di kulit. Setelah itu cangkir dilepas. Bulatan bekas bibir cangkir itulah yang menimbulkan warna merah tua.

Selama berabad-abad metode cangkir ini diterapkan di pengobatan ala Tiongkok. Menurut para sinse, pengobatan ala cangkir ini membuka saluran chi, alias daya tubuh. Para atlet mengaku bahwa pencangkiran di tubah membantu menyembuhkan sakit, aliran darah lebih lancar, dan badan jadi lebih segar.

Phelps sudah menggunakan pemvakuman dengan cangkir ini tahun lalu.

Secara kesehatan, metode ini aman, karena tidak ada darah yang keluar, juga tidak ada zat yang masuk tubuh. Yang jadi pertanyaan, benarkah metode ini membuat tubuh lebih segar, lebih nyaman, dan mengurangi rasa sakit?

Perdebatan soal kemujaraban metode cangkir ala Tiongkok ini kalau diurai, bisa sepanjang Tembok Raksasa Cina. Ilmu kedokteran barat bahkan memasukkannya ke dalam ‘’pseudoscience’’ alias ‘’ilmu pura-pura’’. Efeknya kira-kira setara dengan pil plasebo, pil palsu yang sebetulnya isinya cuma tepung.

Pada 2010, ada sebuah riset yang dipublikasikan oleh jurnal BMC Complementary and Alternative Medicine. BMC ini kependekan dari Bio Med Center. Jurnal ini diterbitkan di London, dan bisa diakses melalui internet.

Riset BMC itu menyebutkan, dari 550 kasus klinis yang dia pelajari, tak ada bukti yang kuat bahwa metode cangkir vakum ini bermanfaat bagi kesehatan, membantu pemulihan, dan mujarab untuk mengurangi rasa sakit.

Bagi Michael Phelps, dan para atlet lain, bukan penelitian ilmiah itu yang penting. Baginya, metode cangkir vakum itu telah berhasil memberi sugesti bagi dirinya untuk berenang lebih cepat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*