FOTO: Berkunjung ke Museum Kuliner di Hangzhou

‘Jika ada kenikmatan tiada tara di surga, ada Hangzhou di bumi’

HANGZHOU, Tiongkok — Berkunjung ke Hangzhou, ibu kota provinsi Zhejiang, Tiongkok, tidak lengkap jika tak menikmati kulinernya. Kota yang baru menjadi rumah Konferensi Tingkat Tinggi G-20 itu memiliki sejarah panjang di bidang kulinernya.

Ada museum kuliner yang terletak di kawasan kota tua bersejarah di Hangzhou. Di sana kita bisa melihat perjalanan kuliner di daerah tersebut.

Masakan ala Hangzhou mendapat tempat istimewa dalam sejarah kuliner Tiongkok. Kawasan ini secara lokasi dianggap strategis karena berada di delta Sungai Yangtze, sungai terpanjang yang merupakan ikon Tiongkok.

Kota Hangzhou menghubungkan bagian timur dan barat sungai Yangtze, dan bersimpangan dengan arah selatan Grand Canal. Kanal besar ini membentang sejauh 1.794 km dari Hangzhou ke Beijing dan menjadi salah satu warisan budaya UNESCO.

Pada awal abad ke-12 ketika kekaisaran Dinasti Sung kehilangan kontrol di Tiongkok utara yang dikendalikan Dinasti Jin, Dinasti Sung pindah ke kawasan selatan dan membangun Kota Lin’an, yang kini dikenal sebagai Hangzhou.

Dinasti Sung pindah bersama sejumlah pemikir dan ahli budaya, dan membentuk kultur baru di Hangzhou, termasuk kultur kulinernya.

Hangzhou menjadi kota yang pembangunannya paling maju di Tiongkok. Sistem 4 kantor dan 6 biro yang dikembangkan di layanan kota membantu menempatkan kuliner Hangzhou tidak hanya paling top di Tiongkok, tetapi juga pionir “urban food“.

Berdirinya Republik Tiongkok pada 1911 ikut mendorong perkembangan kuliner Hangzhou menjadi kuliner nasional. Orang-orang di Tiongkok menyatakan, “Jika di surga ada kenikmatan tiada tara, ada di Hangzhou dan Suzhou di bumi”.

Kuliner Hangzhou dibahas secara khusus oleh gastronomer Yuan Mei (1716-1788 CE) dari Dinasti Qing (1644-1911 CE). Westlake Expo pada 1929 juga mendorong budaya kuliner di kota ini.

Salah satu makanan terkenal di sini adalah “Ayam Pengemis”. Saat warga Dinasti Sung mengungsi dari utara ke selatan, banyak yang jatuh miskin. Seseorang di antara mereka menangkap seekor ayam, lantas membungkusnya dengan helai bunga teratai dan membungkusnya dengan tanah liat. Lantas dibakar.

Ketika dibuka, bulu ayam sudah rontok, dan daging ayam matang. Baunya harum.

Menu khas Hangzhou lainnya adalah beragam makanan ikan dan telur yang dimasak dengan daun teh hijau Longjin (sumur Naga). Teh hijau Longjin dikenal sebagai teh hijau terbaik di Tiongkok.

“Dengan dimasak dengan daun teh hijau, dipercayai unsur kolesterol dalam makanan larut,” kata Cindy, seorang pemandu wisata lokal.

Pada tahun 1956, sebanyak 53 menu khas Hangzhou mendapatkan sertifikasi. Disusul 43 menu pada 2000. Pada tahun 2008 kuliner Hangzhou mewakili Tiongkok dalam festival makanan dunia yang diadakan di kantor PBB.

Simak foto-foto museum kuliner di Hangzhou di bawah ini:

Foto-foto oleh Uni Lubis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*