Mari Menikmati Cokelat, Makanan dan Minuman Para Dewa

Di Hari Cokelat Sedunia ini kita mengingat bahwa konsumsi cokelat masyarakat Indonesia masih rendah. Padahal khasiatnya banyak!

A woman takes a piece of chocolate displayed at a stand as part of the “Salon du Chocolat” (chocolate fair) on March 9, 2012, in Lille. AFP PHOTO / PHILIPPE HUGUEN

JAKARTA, Indonesia — Jeda kopi atau coffee break, sudah lazim kita kenal dan kita jalani, terutama saat mengikuti sebuah kegiatan. Mengapa tidak mencoba melakukan choco break, alias jeda cokelat? Bukankah minuman cokelat hangat dan memberi efek segar untuk memulai bahkan melanjutkan aktivitas harian?

Mari kita memikirkan hal ini saat memperingati Hari Cokelat Sedunia yang jatuh setiap tanggal 7 Juli. Tahun ini juga menandai 467 tahun cokelat, yang bahan dasarnya adalah buah kakao, masuk ke benua Eropa.

Dari berbagai referensi cokelat mengandung polyphenol yang berkhasiat mencegah risiko penyakit jantung koroner dan kanker, serta menurunkan tekanan darah. Kandungan phenyletylamine dalam cokelat memberikan rasa tenang dan membuat nyaman. Seringkali kita disarankan minum segelas cokelat hangat sebelum tidur, agar pikiran tenang dan tidur lebih nyenyak.

Cokelat atau kakao bisa dibilang sebagai cemilan paling lezat di muka bumi. Tekstur padat, yang lumer di lidah saat dikonsumsi, menghadirkan sensasi manis pahit, dan aroma yang khas, sulit ditandingi.

Nama ilmiah cokelat atau kakao adalah “theobroma”, yang berarti “makanan para dewa. Suku Aztec menyebutnya “xoocoati” yang artinya minuman pahit

Menurut catatan sejarah yang dipublikasikan di berbagai sumber, sejak tahun 1.000 Sebelum Masehi, suku-suku bangsa yang mendiami Meso-Amerika-Amerika Tengah sampai bagian utara benua itu sudah mengonsumsi cokelat…. Baca selengkapnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*