Menyingkap Kabut Halim 1965, G30S versi Purnawirawan AURI

Buku itu menjawab tudingan bahwa AURI terlibat dalam pemberontakan yang didalangi PKI

Seorang pegawai mengerjakan pemasangan gambar pahlawan revolusi di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/9). Pemasangan gambar tersebut dalam rangka menyambut Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, sekaligus untuk mengenang korban peristiwa G30S/PKI, khususnya Tujuh Pahlawan Revolusi. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/kye/17

JAKARTA, Indonesia – Sejarah ditulis oleh pemenang, begitu sering kita dengar. Maka, sejarah tentang pemberontakan Gerakan 30 September yang terjadi 52 tahun lalu, ditulis sesuai dengan kehendak Jenderal TNI AD Soeharto yang naik ke kekuasaan, memerintah Republik Indonesia dengan dukungan penuh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Sejarah G30S versi pemenang, adalah apa yang disajikan lewat buku-buku pelajaran yang wajib dihafalkan di bangku sekolah sepanjang rezim Orde Barunya Soeharto dan apa yang disajikan dalam film Pengkhianatan G30S PKI besutan sutradara Arifin C. Noer. 

Lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan dan era reformasi membuka jalan bagi munculnya tafsir dan versi lain dari pemberontakan G30S. Beragam buku terbit, beragam riset pun dibuat.

Salah satunya adalah buku “Menyingkap Kabut Halim 1965” yang ditulis atas prakarsa Perhimpunan Purnawirawan AURI, sebagai tanggung jawab selaku saksi dan pelaku dalam peristiwa bersejarah itu.

Buku ini disusun oleh tim yang dipimpin wartawan senior Aristides Katoppo dan juga beranggotakan sejarawan. Buku setebal 316 halaman ini diterbitkan pada tahun 2000 oleh Penerbit Sinar Harapan, berdasarkan riset, serta wawancara dengan saksi dan pelaku sejarah G30S.

“Pada tanggal 1 Oktober 1965, Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma disangka menjadi markas pemberontakan G30S/PKI dan AURI dituduh terlibat,” demikian tulisan di halaman sampul belakang buku yang juga memuat wawancara khusus dengan Marsekal Udara Omar Dani, yang dijatuhi hukuman mati oleh Mahmilub karena dituding terlibat G30S/PKI.

Hukuman Omar Dani diubah jadi hukuman seumur hidup. Dia kemudian dibebaskan setelah menghuni penjara selama 32 tahun. Baca selengkapnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*