HomeKepemimpinanDiet Monyet, Rahasia Hidup Sehat Ala Mahathir

Diet Monyet, Rahasia Hidup Sehat Ala Mahathir

Dr. Mahathir Mohamad di tiga masa. Foto: The Strait Times.

 

TOKOH sepuh Malaysia, Mahathir Mohamad, kembali tampil di pucuk kekuasaan negeri jiran itu. Ia dilantik menjadi perdana menteri ketujuh Malaysia pada Kamis malam (10 Mei 2018), di hadapan Yang Dipertuan Agong, Sultan Muhammad V.

Mahathir meletakkan jabatan dari perdana menteri pada 31 Oktober 2003, setelah memerintah selama 22 tahun. Kini, di usia 92 tahun, Mahathir tampil lagi. Ini menjadikannya sebagai pemimpin paling sepuh yang menang lewat pemilihan umum. Tokoh-tokoh di ASean yang segenerasi dengan dia, sudah berpulang, atau kalaupun masih hidup, kebanyakan tidak aktif lagi di pemerintahan.

Mahathir segenerasi dengan Presiden Soeharto. Presiden kedua Indonesia itu yang lahir di Kemusuk, Bantul, pada tahun 1921, atau lebih tua lima tahun ketimbang Mahathir. BJ Habibie, yang menggantikan Soeharto, kini usianya 86 tahun, atau lebih muda enam tahun ketimbang Mahathir. Tokoh Indonesia yang kini masih hidup, dan segenerasi dengan Mahathir adalah para ekonom di era awal Orde Baru. Mereka adalah Profesor Emil Salim (88 tahun), Profesor Subroto (95 tahun), dan Profesor Sumarlin (86 tahun).

Usia Mahathir yang sudah sepuh menjadi salah satu tema kampanye yang diusung Najib Razak, murid politiknya yang kemudian menjadi lawannya. ‘’Apakah Anda mau memilih pemimpin berusia 92 tahun? Ayo, sadarlah…,’’ demikian ucapan Najib yang videonya beredar luas.

Mahathir memang beberapa kali masuk rumah sakit. Pada Agustus 2016, ia mengalami infeksi di dadanya. Pada 1989, ia dioperasi bypass jantung. Gangguan kesehatan serta usia diperkirakan akan mengganjal pekerjaannya sebagai perdana menteri.

Namun, serangan terhadap kesehatannya itu tidak mempan. Isu korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta kemunduran ekonomi yang diusung Mahathir terbukti manjur menjungkalkan Barisan Nasional, kekalahan pertama dalam 60 tahun kemerdekaan Malaysia. Mahathir sendiri gencar mewartakan bahwa dirinya masih sehat.

Koran The Strait Times, Singapura, pada 22 Januari 2017 memuat wawancara dengan Mahathir, enam bulan sebelum ia berusia 92 tahun. Mahathir mengatakan, meski dirinya sudah meletakkan jabatan pada 2003, tetapi ia tidak pernah benar-benar pensiun. Aktivitasnya ini membuat ia secara mental, dan pikiran, tetap sehat. Berat badannya selama 30 tahun terakhir juga stabil, antara 62-64 kilogram.

‘’Cara makan saya mirip monyet,’’ katanya. Diet asupan yang rendah kalori menurut hasil studi akan membuat hidup lebih panjang.

Diet ala monyet ini mirip dengan yang dilakukan pengikut vegetarian. Yang dimakan adalah buah matang, biji-bijian, serta daun. Menurut penelitian Universitas Berkeley, Amerika Serikat, pola makan monyet ternyata memberi nutrisi melimpah untuk tubuh. Hasil penelitian itu bisa dilihat di sini.

Buah dan daun yang dimakan monyet di alam bebas, penuh dengan nutrisi, jauh lebih banyak ketimbang vitamin dan mineral yang sehari-hari dikonsumsi manusia. Monyet dengan berat rata-rata 7,5 kilogram, misalnya, mengonsumsi 600 miligram vitamin C, 10 kali lebih banyak ketimbang yang direkomendasikan untuk manusia dengan berat 75 kilogram. Jumlah mineral kalsium, potassium, dan magnesium yang diserap monyet, juga lebih banyak.

‘’Saya tidak betul-betul sehat sepenuhnya. Saya pernah punya masalah jantung, pernah punya masalah pneumonia. Saya juga pernah batuk berkepanjangan, ketika paru-paru saya terinfeksi,’’ katanya.

‘’Saya tidak merokok, tidak minum alkohol, dan tidak makan berlebihan. Saya makan secukupnya, yang penting bisa menjalankan aktivitas sehari-hari,’’ katanya. ‘’Orang cenderung kegemukan di usia tertentu. Mereka memuas-muaskan diri dengan banyak makan. Minumnya tidak dijaga. Ini akan mengganggu jantungnya,’’ kata Mahathir.

‘’Berat saya 62-64 kilogram, selama puluhan tahun. Baju saya 30 tahun lalu masih bisa saya pakai,’’ katanya.

Meski sudah pensiun, Mahathir tetap pergi ke kantornya, setiap hari. ‘’Di usia saya, sebetulnya orang tinggal istirahat, tidur. Tapi saya merasa, pikiran seperti itu sangat egois,’’ katanya. Dan kini, ia kembali menjadi perdana menteri, delapan tahun menjelang usianya 100 tahun.

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *