HomeLuar NegeriTaburan Bintang dan Uang Sepakbola Argentina

Taburan Bintang dan Uang Sepakbola Argentina

Pendukung tim sepakbola Argentina. Foto: Sportskeeda.com

SEPAKAN Marcos Rojo ke pojok gawang Nigeria di menit ke-86, membuat peluang Argentina terselamatkan. Rojo, pemain bertahan klub liga Inggris Manchester United, menyambut umpan silang Gabriel Mercado. Bola itu tak terjangkau oleh kiper belia Nigeria. Argentina pun unggul 2-1, melalui kemenangan dramatis, pada pertandingan terakhir di babak penyisihan Piala Dunia 2018

Messi pun segera berlari ke arah Rojo. Ia melompat, memeluk Rojo dari belakang. Para pemain Argentina yang berada di luar lapangan bergegas berlarian turut merayakan gol kemenangan itu.

Pasar memang menjagokan Argentina, melihat perjalanan sepakbola negeri di belahan Amerika bagian selatan itu. Dari sisi peringkat FIFA, Argentina berada di posisi 5. Empat negara di atasnya adalah Jerman (1), Brazil (2), Belgia (3), dan Portugal (4). Adapun Nigeria ada di peringkat 48.

Dari segi prestasi, Nigeria dan Argentina berbeda jauh. Tim nasional Nigeria, dikenal sebagai ‘’Elang Super’’, prestasi tertingginya adalah juara Afrika. Pada 2013, Elang Super mengalahkan tim Burkina Faso di final. Pada 1980 dan 1994, Nigeria juga menjadi juara Afrika.

Namun untuk Piala Dunia, Nigeria belum pernah menjadi juara. Nigeria tampil enam kali di Piala Dunia. Penampilan pertamanya adalah pada 1994, sewaktu Piala Dunia digelar di Amerika Serikat. Ketika itu, Nigeria lolos ke 16 besar. Nigeria juga tampil di putaran final Piala Dunia 2014, ketika Piala Dunia digelar di Brazil, dan lolos ke 16 besar. Di ajang Piala Dunia lainnya, Nigeria harus angkat koper di babak penyisihan.

Prestasi Argentina jauh lebih heboh. Negeri ini merupakan salah satu negara paling sukses sepakbolanya. Argentina masuk daftar elit sebagai salah satu negara yang pernah memenangkan Piala Dunia, pada 1978 dan 1986. Selain itu, pernah menjadi juara kedua sebanyak tiga kali: 1930, 1990, dan 2014. Sejak kejuaraan Piala Dunia digelar, Argentina selalu lolos masuk ke putaran final.

Pada 2004 dan 2008, Argentina meraih medali emas sepakbola di Olimpiade. Di kejuaraan usia 20 tahun FIFA, Argentina meraih juara hingga enam kali. Namun untuk kejuaraan usia 17 tahun, belum pernah meraih juara.

Seusai berhasil mengandaskan Nigeria, kapten tim Argentina, Lionel Messi, mengatakan, timnya sejak awal percaya diri bakal memenangi pertarungan. ‘’Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman, juga mereka yang hadir di sini, juga bagi seluruh warga Argentina di tanah air, yang selalu bersama kami. Seragam tim nasional selalu di atas segalanya,’’ katanya.

Kapten tim Nigeria, John Obi Mikel, mengakui kekahalan timnya. Tetapi ia tak merasa galau. ‘’Kami sudah berjuang maksimal. Tapi Nigeria merupakan tim muda. Empat tahun lagi, tim ini akan jadi tim hebat,’’ kata pesepakbola professional, yang pernah bermain di Liga Norwegia dan Liga Primer Inggris itu. Kini Mikel bermain di klub Tianjin TEDA, China.

Sepakbola di Argentina adalah olahraga yang sangat populer. Seperti halnya Brazil, pemain dengan bakat kelas dunia, terus saja bermunculan. Di era sekarang, Lionel Messi adalah pemain penuh bakat, yang sering disebut sebagai ‘’pemain dari planet lain’’, karena keterampilannya menggocek bola yang luar biasa. Ia kini bermain di klub La Liga, Barcelona, Spanyol.

Bintang tim Argentina, Lionel Messi, merayakan golnya ke gawang Ecuador, pada babak perebutan tempat menuju Piala Dunia 2018 di Rusia. Sumber foto: Wikipedia/ANDES/Micaela Ayala V.

Menurut Transfermrkt, yang memonitor pasar pesepakbola professional, nilai pasar Messi adalah USD 300 juta. Pemain Argentina yang juga merumput di La Liga saat ini, di antaranya, Jonathan Calleri (Las Palmas), Frederico Cartabea (Deportivo), dan Nereo Champagne (Leganes).

Di Liga Inggris, ada Sergio Aguero (Manchester City), dan Willy Caballero (dulu di Manchester City, kini di Chelsea), Marcos Rojo dan Sergio Romero (Manchester United), Frederico Fernandez (Swansea), dan masih banyak lagi.

Liga Indonesia juga pernah memiliki pemain dari Argentina. Pada 2004, Persija diperkuat Emanuel de Porras. Ia kemudian hijrah ke PSIS Semarang. Baik di Persija maupun di PSIS, Porras memiliki peran penting sebagai pencetak gol.

Mario Kempes, yang pernah menjadi bintang Argentina pada Piala Dunia 1978, juga pernah bermain di klub Pelita Jaya, Jakarta, pada 1996.

Musim ini, Persib Bandung juga membayar pemain asal Argentina, Jonathan Bauman. Ia diboyong dari klub Liga Super Yunani, AOK Kerkyra. PS Tira juga membayar pemain asal Argentina, Gustavo Lopes. Pemain asal Argentina yang merumput di Sriwijaya FC, Esteban Viscarra, bahkan kini dalam proses naturalisasi. Viscarra bermain di Indonesia sejak 2009, dan kini memiliki istri orang Indonesia.

Liga China juga menjadi pasar bagi pemain bola Argentina. Carlos Tevez, bermain untuk Shanghai Shenhua dengan mahar USD 52 juta. Gajinya sepekan USD 820.000. Selama tujuh bulan bermain di China, ia hanya mencetak empat gol.

Selama tujuh bulan, upah yang ia terima USD 40 juta, alias tiap gol ia mendapat USD 10 juta. Setelah tujuh bulan, Tevez balik lagi ke klub lamanya, Boca Juniors. Klub Shanghai kecewa dengan penampilan Tevez. Ia bahkan dinilai ‘’terlalu gendut, sehingga tidak bisa lincah berlari’’.

Gaji Tevez memang selangit. Tapi, ada pemain Argentina lain yang upahnya lebih tinggi: Ezequiel Lavezzi. Pada 2016 ia dibajak dari Paris Saint Germain, untuk bermain di klub Hebei China. Meski di PSG perannya tergolong biasa, Hebei berani membayarnya £798.000 sepekan. Dengan kurs sekarang, itu setara dengan Rp 15 miliar lebih sedikit, setiap pekan.

Peran Argentina sebagai pemasok pemain ke berbagai liga, tampaknya akan terus berlanjut, seiring dengan matangnya pembinaan akademi sepakbola di negerinya. Menurut konsultan pemasaran olahraga, Euroamericas, pada 2010 Argentina sudah menggantikan peran Brazil sebagai pemasok pemain bola professional terbesar ke liga di Eropa dan Arab. Pada 2009 sebanyak 1.700 pemain asal Argentina berlaga di luar negeri, 300 lebih banyak daripada Brazil.

Lambang Asosiasi Sepakbola Argentina. Sumber: Selección de fútbol de Argentina

Bila Anda melihat barisan tim nasional Argentina, yang menaklukkan Nigeria 2-1, Anda akan melihat, mereka adalah pemain dari klub dari berbagai belahan dunia. Kipernya saja berasal dari tiga benua: Nahuel Guzman (bermain untuk klub Tigres UANL, Meksiko); Franco Armani (River Plate, Argentina), dan Willy Caballero (Chelsea, Inggris). Pemain bertahannya gabungan dari liga Belanda, Inggris, Italia, Spanyol, dan liga Argentina.

Larisnya pemain Argentina memang menggiurkan. Mereka adalah pendatang devisa bagi negerinya, seperti halnya orang Indonesia yang bekerja sebagai tenaga kerja asing. Namun, muncul pula kekhawatiran baru: perginya bibit-bibit bagus, akan membuat liga dalam negeri Argentina kurang menarik, dan kurang gemerlap.

Memang ada masalah baru. Tapi, orang tetap tak bisa membantah: Argentina adalah pemasok pemain professional, penghasil bintang dan uang.

 

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *