HomeLuar NegeriKroasia Negeri Sepakbola

Kroasia Negeri Sepakbola

Mengelu-elukan Didier Deschamps. Sumber: bloombergquint.com

HARI keberuntungan bagi para pemain bola tergantung pada banyak faktor, yang sebagian berada di luar kendalinya: kesalahan anggota tim, sikap manajer, rekaman video wasit pembantu (video assistant referee, alias VAR). Yang di bawah kendalinya hanyalah kinerjanya di lapangan.

Kroasia akhirnya memang kalah dari Prancis. Dalam final di Moskow, Ahad malam lalu, Luka Modric dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan tim Prancis dengan skor akhir 4-2. Tetapi tak dapat dibantah, prestasi yang ditorehkan Kroasia adalah luar biasa. Negara berpenduduk 4 juta jiwa itu berhasil membuktikan bahwa Kroasia adalah negara sepakbola.

Kroasia sebetulnya cukup mendominasi pertandingan. Kroasia mendominasi jumlah tembakan ke arah gawang dan penguasaan bola, lebih banyak ketimbang Prancis.

Secara umum, selama Piala Dunia 2018, tim Kroasia memang lebih beringas ketimbang Prancis. Jumlah tembakan ke gawang, Kroasia mencapai 100, sementara Prancis 75. Tapi Prancis lebih efisien. Dari 75 tembakan, 24 mengarah ke gawang, sementara Kroasia dari 100 tembakan hanya 26, alias hanya seperempatnya.

 

Pemain Prancis merayakan keberhasilan mencetak gol. Sumber: zeenews.india.com

Jumlah operan tim Kroasia juga lebih banyak, 2.757, sementara Prancis 2.331. Jumlah sepak pojok Kroasia mencapai 34, sedang Prancis 19.

Namun, bila yang dilihat adalah statistik pertemuan kedua tim, peluang Kroasia memenangi pertandingan melawan Prancis memang berat.

  • Prancis sudah lima kali bertemu Kroasia. Prancis menang tiga kali, yakni pada 1998, 1999, dan 2000. Dua pertandingan lainnya, 2004 dan 2011, seri.
  • Dua dari lima pertandingan itu berlangsung di turnamen akbar. Prancis menang 2-1 saat semi final Piala Dunia 1998. Didier Deschamps ketika itu bermain penuh. Pertemuan pada 2004, saat Piala Eropa, berakhir seri 2-2 di fase grup.

Kroasia sebetulnya sudah memainkan sepakbolanya dengan cantik. Sejak awal, tim dari negeri Balkan ini menekan Prancis, tim yang difavoritkan, tapi bermain defensif. Apa boleh buat, tendangan bebas Antoine Griezmann malah tak sengaja masuk ke gawang sendiri oleh sundulan kepala Mario Mandzukic.

Pemain berusia 32 tahun ini sehari-hari adalah pemain Juventus, Italia. Ia menjadi andalan di lini depan.

Kiper Daniel Subasic tak kuasa menahan laju bola. Sumber foto: KFGO.com

Setelah itu musibah datang lagi: VAR –Video Assistant Referee. Prancis mendapatkan hadiah penalti, yang dieksekusi dengan mulus oleh Antoine Griezmann. Di posisi 2-1, Kroasia sebetulnya masih berjuang sekuat tenaga. Tim merah-putih ini menguasai bola, dan menekan Prancis. Tapi kemudian muncullah musibah. Tekanan gencar ke gawang Prancis membuat Kroasia agak teledor menjaga gawang sendiri. Pogba memanfaatkan kesempatan itu. Setelah itu, muncullah tembakan keempat dari Kylian Mbappe. Kiper Kroasia, Danijel Subasic, tak berdaya lagi.

Skor akhir pertandingan itu, seperti kita tahu, adalah 4-2 untuk Prancis. Meski Luka Modric, Ivan Rakitic, dan Mario Mandzukic memegang 61% penguasaan bola, tetapi keberuntungan tak berpihak padanya.

Kroasia, negeri dengan jumlah penduduk kurang dari separuh Jakarta, memang tak berhasil membawa piala puncak. Tetapi tak ada yang bisa membantah, dari ukuran apapun, prestasi yang diraih Kroasia adalah luar biasa.

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *