Siaran Pers: IPB Desak Pemerintah Utamakan Pertanian
Gedung IPB. Foto dari www.indoplaces.com.
Bogor, 5 September 2013: Memasuki usia yang ke 50 tahun, Institut Pertanian Bogor (IPB) mendesak Pemerintah untuk mengutamakan dan serius membenahi pertanian. Desakan ini disampaikan Rektor IPB Prof Dr Herry Suhardiyanto pada saat membuka IPBAgrifutureEXPO 2013 dalam rangka Dies Natalis ke-50 di Kampus IPB Baranangsiang (5/9/2013).
“IPB merasakan pembangunan pertanian belum optimal dilaksanakan. Hal itu ditandai dengan masih rendahnya produksi pertanian dalam negeri dibandingkan kebutuhan pangan nasional” ungkap Herry. Ia juga menyatakan masih tingginya ketergantungan terhadap impor pertanian serta sistem tataniaga pertanian yang tidak sehat yang berdampak pada kelangkaan dan tingginya harga di dalam negeri.
Indonesia dikatakannya juga masih menghadapi rendahnya kualitas kesehatan penduduk serta minimnya kesejahteraan petani, nelayan dan peternak. Demikian pula kerusakan lingkungan semakin meluas karena eksploitasi yang berlebihan. Sementara itu, pada 2050, diprediksi penduduk Indonesia dan dunia semakin besar yang diperkirakan mencapai 9 miliar. Kebutuhan pangan akan dua kali lipat produksi saat ini. “Masalah-masalah dan tantangan tersebut sesungguhnya dapat diatasi dengan keseriusan pemerintah untuk mengutamakan sektor pertanian secara tuntas dan konsisten disemua level”, urai Herry Suhardiyanto.
Ditambahkannya perlunya kesamaan visi dan kerja bersama dari semua sektor seperti sektor industri, keuangan, tenaga kerja, teknologi hingga politik. Menurut Rektor IPB, setidaknya ada 5 langkah yang harus diperhatikan dalam implementasi pengarusutamaan pertanian:
- Prioritaskan pengembangan komoditas pertanian berbasis sumber pangan seperti jagung, kedelai, padi.
- Perkuat pengembangan industri berbasis kawasan dari hulu ke hilir yang terintegrasi.
- Mengoptimalkan dan mengeksplarasi kekayaan laut secara bijaksana dengan penerapan iptek serta penanganan pasca panen secara baik.
- Penguatan pengembangan sizegenetics bioenergi dan energi terbarukan secara terpadu.
- Penguatan kebijakan dan regulasi pertanian yang komprehensif, progresif dan konsisten.
Pengarusutamaan pertanian dimaksudkan agar semua pihak menjadikan pertanian menjadi isu pokok dalam pembangunan agar pembangunan Indonesia bisa berkelanjutan. Oleh karenanya pada ulang tahun Emas ini, IPB mengusung tema “Pengarusutamaan Pertanian untuk Pembangunan Berkelanjutan” sebagai bentuk kepedulian IPB untuk kemajuan pembangunan Indonesia.
Selama 50 tahun, IPB, telah memberikan sumbangsihnya untuk negeri ini, diantaranya dengan telah menghasilkan inovasi dan teknologi pertanian berkelas dunia, namun Pemerintah Indonesia belum memaksimalkan pemanfaatan karya-karya IPB.
“Krisis Kedele, krisis pangan tak perlu terjadi jika Inovasi IPB dimanfaatkan secara maksimal” ungkapnya. Menurut Herry Suhardiyanto, IPB memiliki kelengkapan ilmu Pertanian yang paripurna dengan kualitas sarjana bertaraf Internasional yang sangat sayang jika tidak dimanfaatkan oleh negeri ini. Sejak dididrikan 50 tahun lalu hingga masa mendatang, IPB tetap berkomitmen untuk mendukung bangsa ini untuk semakin memperbaiki kualitas pertanian. Sesuai dengan slogannya “Mencari dan memberikan yang terbaik”. Terbaik untuk pertanian dan terbaik untuk bangsa ini.
Tentang IPB Agrifuture EXPO 2013
Adalah gelar inovasi dan teknologi terbaik yang dihasilkan IPB yang akan berguna untuk mendukung kemajuan pertanian Indonesia. IPB Agrifuture EXPO digelar untuk memperlihatkan eksistensi IPB sebagai perguruan tinggi pertanian terbaik di negeri ini yang selalu berupaya menghasilkan inovasi terbaik. IPB Agrifuture EXPO Diikuti oleh seluruh fakultas, LPPM dan mitra IPB yang telah memanfaatkan berbagai inovasi IPB. Event akan berlangsung selama 3 hari mulai 5-7 September 2013.
Informasi:
Yatri I.Kusumastuti (Kantor Hukum, Promosi dan Humas IPB)
Email: yatri.kusumastuti@yahoo.com
Mobile: 0816 639 111
No Comment