HomeUncategorizedDrone Iran, dari Ukraina hingga Tel Aviv

Drone Iran, dari Ukraina hingga Tel Aviv

Tingginya Lebih dari 2 meter. Jadi andalan untuk gempur Ukraina.

Poin-Poin Utama

  • Iran menggunakan drone untuk menggempur kepentingan Amerika Serikat dan Israel. Drone jauh lebih murah dibanding peluru kendali.
  • Kebutuhan Rusia akan drone: Pasukan darat Rusia terjebak dalam perang berkepanjangan, sehingga Moskow mengandalkan armada drone dengan bantuan Iran.
  • Produksi massal: Ukraina memproduksi ±1.000 drone per hari. Intelijen memperkirakan Rusia akan segera mampu memproduksi jumlah yang sama berkat dukungan Iran.
  • Peran Iran:
    • Memberikan cetak biru dan teknologi kepada Rusia.
    • Membantu mendirikan pabrik di Tatarstan untuk memproduksi Geran-2 (versi Rusia dari Shahed-136).
    • Mendukung pengembangan varian baru: Geran-3 (berbasis jet Shahed-238), Geran-4, dan Geran-5.
  • Karakteristik drone Geran:
    • Bentuk sayap delta, muatan 40–50 kg bahan peledak.
    • Biaya lebih rendah dibanding misil jarak jauh.
    • Digunakan untuk menyerang infrastruktur strategis dan sipil.
  • Rantai pasokan: Rusia masih bergantung pada komponen dari Barat dan Tiongkok (mesin, GPS, semikonduktor). Iran membantu menghindari sanksi melalui jaringan perusahaan perantara di UEA dan India.
  • Dampak serangan:
    • Digunakan untuk menyerang warga sipil dan infrastruktur di Ukraina.
    • PBB menyatakan penggunaan drone ini sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
    • Serangan besar di Kharkiv dan Odessa (Mei 2025) melibatkan >100 drone, menimbulkan kerusakan besar dan korban jiwa.
  • Keuntungan ekonomi Iran: Diperkirakan memperoleh US$1–1,75 miliar dari kesepakatan produksi drone, sebagian dibayar dengan emas.
  • Keuntungan strategis Rusia:
    • Drone berbiaya rendah memungkinkan penghematan misil canggih.
    • Memungkinkan serangan massal terhadap infrastruktur Ukraina.

TIDAK hanya di perang segitiga Iran – Amerika – Israel, kehebatan drone Iran bisa ditemukan. Ketika pasukan darat Rusia terjebak dalam perang yang melelahkan, Moskow berusaha menggandakan keunggulannya di udara melalui armada drone yang terus berevolusi. Ini bisa terjadi berkat dukungan Iran.

Pada awal Januari, puing-puing sebuah drone yang ditemukan di Ukraina mengisyaratkan adanya drone model anyar berkecepatan tinggi yang digunakan Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy was-was. Ia khawatir, negaranya gagal mengejar ketertinggalan. Zelenskyy menyatakan bahwa Ukraina memproduksi sekitar 1.000 drone per hari, namun jumlah itu masih belum mencukupi. Intelijen Ukraina memperkirakan Moskow juga akan segera mampu memproduksi 1.000 unit drone per hari, sebagian besar berkat dukungan teknis Iran.

Peran Sentral Iran

Iran telah lama diketahui memasok ratusan drone kamikaze jarak jauh kepada Rusia. Iran juga mengajarkan Rusia untuk memproduksi drone tersebut secara mandiri. Dengan cetak biru dan teknologi dari Iran, sebuah pabrik di Tatarstan, Rusia, kini memproduksi drone serang Geran-2—versi Rusia dari Shahed-136 buatan Iran. Drone ini mudah dikenali dari bentuk sayap delta, mampu membawa 40–50 kg bahan peledak, dan dirancang untuk menyerang infrastruktur strategis.Biayanya lebih rendah dibandingkan misil jarak jauh.

Rusia juga mengembangkan varian jet berbasis Shahed-238, yang disebut Geran-3, serta generasi berikutnya Geran-4 dan Geran-5. Modifikasi mencakup navigasi presisi, hulu ledak lebih berat, dan mesin baru.

Rantai Pasokan dan Sanksi

Meski memiliki cetak biru Iran, Rusia tetap bergantung pada komponen dari Barat dan Tiongkok, seperti mesin, pompa bahan bakar, sistem GPS, semikonduktor, dan antena. Iran membantu Rusia menghindari sanksi internasional dengan memanfaatkan jaringan perusahaan perantara di UEA dan India.

Senjata Teror

Drone Geran digunakan Rusia untuk menyerang warga sipil dan infrastruktur sipil di Ukraina. PBB menyimpulkan pada Oktober 2025 bahwa penggunaan drone terhadap warga sipil di Ukraina selatan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan sekaligus kejahatan perang. Serangan besar-besaran di Kharkiv dan Odessa pada Mei 2025 menunjukkan dampak destruktifnya: lebih dari 100 drone diluncurkan, menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa.

Keuntungan Bagi Iran dan Rusia

Iran memperoleh keuntungan ekonomi signifikan, diperkirakan antara US$1 miliar hingga US$1,75 miliar dari kesepakatan produksi drone. Sebagian pembayaran bahkan dilakukan dalam bentuk emas. Bagi Rusia, drone berbiaya rendah ini memungkinkan penghematan misil canggih untuk target prioritas, sekaligus melancarkan serangan massal terhadap infrastruktur Ukraina.

Shahed Mengincar Israel dan Amerika.

Dalam perang Iran melawan Israel dan Amerika, pemerintah Teheran  menggunakan drone Shahed untuk menggempur gedung diplomatik AS di Riyadh, Kuwait City, dan Dubai sejak awal konflik. Sebuah Shahed menghantam pangkalan angkatan laut AS di Bahrain.  Serangan drone terhadap pusat komando AS di Kuwait menewaskan enam tentara AS pada akhir pekan.

Pejabat intelijen Israel,  sebagaimana dikutip Financial Times, menyatakan Iran kemungkinan memiliki lebih dari 10.000 drone Shahed di gudang penyimpanan. Cukup untuk berperang selama dua pekan. Jumlah pasti stok sulit diperkirakan dengan akurat.

Analis lain menyebutkan jumlahnya bisa lebih tinggi. Robert Tollast dari Royal United Services Institute di London memperkirakan stok drone Iran mencapai “puluhan ribu”, berdasarkan tingkat produksi Shahed oleh Rusia dan fakta bahwa senjata ini telah lama menjadi pilar utama dalam strategi penangkalan konvensional Iran.

Kemampuan Iran untuk terus meluncurkan perangkat tersebut—yang berfungsi untuk membanjiri dan menguras sistem interseptor sekaligus menimbulkan kerusakan di darat—juga akan bergantung pada keberhasilan upaya AS dan Israel dalam menekan peluncurannya.

“Ini bukan hanya soal berapa banyak yang mereka miliki, tetapi juga soal kemampuan untuk menembakkan dan mengoordinasikan salvo,” kata Tollast. “Hal itu akan bergantung pada upaya AS dan Israel untuk menekan dan menghancurkan mereka di darat.”

Basis industri Iran untuk produksi Shahed telah menjadi sasaran serangan besar-besaran oleh AS dan Israel sejak akhir pekan.

Sementara Rusia memproduksi versinya, Shahed 136 (dikenal sebagai Geran 2), di “mega-factory” di Alabuga dan Izhevsk, produksi Iran diyakini tersebar di berbagai lokasi. Kyiv menyebut Moskow meluncurkan sekitar 54.000 drone serang jarak jauh ke Ukraina hanya pada tahun 2025.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Previous post
Wakil Presiden yang Sering Cuma Jadi Ban Serep
Next post
This is the most recent story.

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *