CATATAN JUSMAN SYAFII DJAMAL SOAL #QZ8501

Pak Jusman Syafii Djamal adalah Menteri Perhubungan Indonesia 2004-2009. Pernah menjabat dirut PT Dirgantara Indonesia.  Saya meminta ijin beliau untuk memuat catatan di Facebook ini, dan menyebarluaskannya.  Pak Jusman juga sudah mengijinkan jika ada teman-teman media yang hendak mengutip analisis beliau.  Kalau mau kontak langsung lebih bagus.

Catatan Disekitar Air Asia QZ8501 melalui Kehadiran di TV

Tiga hari ini,  tanggal 30 – 31 Desember 2014 dan 1 Januari 2015 sebagai acara tutup tahun, saya mendapatkan pengalaman berharga. Saya diajak oleh editor Kompas TV dan Metro TV , Berita Satu, Net TV  dan Rajawali TV , untuk menjadi teman dialog penyiar yang sedang menayangkan semua video hasil rekaman awak siaran di lapangan berkaitan dengan tragedi jatuhnya Air Asia #QZ8501 di Selat Karimata. Sebuah peristiwa menyedihkan yang membuat seluruh Bangsa Indonesia berduka bersama.

Ketika satu demi satu video ditayangkan dan dan saya dimintai komentar oleh penyiar Kompas TV ataupun Metro TV , kadangkala emosi saya ikut larut. Ketika pertama sekali Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I (Pangkoops AU I), Marsekal Muda Agus Dwi Putranto, seolah mengindikasikan ia, yang menumpangi CN295 berhasil menemukan puing Serpihan Air Asia d ilokasi 100 km dari Pangkalan Bun, hati saya seolah ikut hanyut merasakan kesedihan para keluarga.

Apalagi ketika berita tujuh jenazah yang ditemukan ikut ditayangkan.  Saya langsung berdoa dan mengucapkan Innalillahi Wa Innaillahi rojiun. Semoga Allah lapangkan jalan ke SurgaNya yang abadi bagi mereka yang gugur dalam peristiwa ini.

Dalam tiga hari itu saya mendapatkan lima catatan yang penting berikut ini  (Mohon Maaf jika masih kurang akurat, saya share sebagai bahan dialog).

Pertama : Ada rasa bangga pada ketangguhan dan keahlian Tim BasarNas yang telah berhasil membangun dan menjalin kerjasama dengan seluruh potensi kekuatan SAR Nasional dalam satu pola operasi dibawah komando KEPALA BADAN SAR NASIONAL MARSDYA.TNI F.H BAMBANG SULISTYO, S.Sos.,M.A.P.

 

Kekuatan Sinergi dengan kekuatan TNI , Polri dan Masyarakat ini telah berhasil menorehkan sejarah baru operasi SAR. Dalam waktu cepat , tiga hari, lokasi jatuhnya pesawat terbang dan 10 serpihan serta 7 jenazah dapat ditemukan dan dievakuasi. Ini prestasi terbaik yang pantas diacungi jempol. Dan karena prestasi ini harian ternama Wall Street Journal memuji dan mengatakan BASARNAS Indonesia termasuk yang terbaik dikawasan Asia. Tentu kita patut bersyukur dan berharap dimasa depan alat peralatan utama BADAN SAR lebih dimodernisasikan dan dilengkapi dengan peralatan canggih seperti yang dimiliki negara maju lainnya.

Kedua : Kita pantas memberikan rasa hormat kepada Panglima TNI dan Kepala Staf TNI AU, TNI AL, TNI AD dan Kapolri yang telah dengan sungguh sungguh memberi dukungan sepenuhnya serta memerintahkan kepada seluruh jajarannya untuk mendukung operasi SAR Nasional dibawah komando Kepala Basarnas. Ini merupakan perwujutan pelaksanaan undang undang yang memberi ruang bagi TNI untuk melaksanakan operasi kemanusian atau operasi selain perang. Operation Other than War. Sebuah keputusan yang sangat tepat disaat yang tepat.

Ketiga : Pesawat terbang jatuh ke laut karena cuaca buruk.  Ada permintaan captain pilot untuk mengubah arah dan naik ketinggian. Untuk mengubah arah diberi ijin oleh ATC.  Untuk naik dari ketinggian 32000 kaki ke 38000 kaki tidak diijinkan karena ATC menghadapi kesulitan sebab pada ketinggian 38000 kaki ada pesawat lain yang sedang milintas. Jika diijinkan akan terjadi tumbukan diudara. Disaster.

Sejak saat permintaan mengubah jalur dan naik ketinggian, tak berapa lama kemudian Pesawat hilang kontak. Apa yang menyebabkan pesawat hilang kontak tidak ada informasi. Mengapa kalau jatuh kelaut ELT tidak menyala hingga kini kita tidak mengetahui sebab yang pasti. Kita harus Menunggu hasil penyelidikan KNKT melalui blackbox.

Tanpa blackbox tidak ada kepastian tentang sebab sebab utama dari suatu kecelakaan. Yang ada hanya spekulasi dan teori kemungkinan tentang skenario jatuhnya pesawat berdasarkan apa yang  idengar dan dilihat.  Ketika pesawat jatuh, kita semua yang berada didarat tidak memiliki pengetahuan dan informasi tentang keberadaan pesawat.  Tidak ada pembicaraan pilot untuk menyatakan SOS dan tidak ada informasi tentang emergency situation dari pilot. Tidak ada informasi sama sekali yang dapat dijadikan petunjuk dimana pesawat berada dan bagaimana pesawat jatuh menghilang dari pantauan radar ATC.

Yang ada hanya informasi dimana pesawat kehilangan kontak. Dan kemudian Operasi SAR menjadikan lokasi kehilangan kontak sebagai acuan.

Keempat : BasarNas telah melakukan operasi SAR dengan sempurna sesuai dengan SOP nya. Kehadirannya di tempat terjadi kecelakaan boleh dikatakan tepat waktu. Dalam waktu singkat berhasil menemukan lokasi. Meski kendala cuaca yang tak bersahabat disertai gelombang 3-4 meter telah menghalangi kecepatan proses evakuasi.

Demikian juga kehadiran Basarnas dilokasi hanya dibimbing oleh posisi perkiraan yang didapatkan dari tempat hilangnya kontak dan pelbagai perhitungan serta skenario jatuhnya pesawat yang menyertainya.  Sehingga Kepala BasarNas menetapkan operasi dilaksanakan tahap demi tahap. Awalnya 7 hari dengan fokus pada pencaharaian lokasi dan evakuasi. Jika dipandang perlu dapat diperpanjang.

Hingga hari kedua informasi tentang keberadaan pesawat tidak pernah ada. Sebab tidak ada sinyal distress yang ditangkap. Tidak ada komunikasi permintaan SOS dari Captain Pilot. Know nothing. Dengan kata lain kecepatan menemukan lokasi pesawat berdasarkan pandangan visual melalui pesawat CN295 telah mempersempit ruang pencaharian. Ini sebuah prestasi luar biasa. Untuk lakukan evakuasi BASARNAS terkendala cuaca buruk dilokasi.

Kelima  : Dari data data temuan yang tercatat seperti emergency exit, peralatan utama untuk kondisi mendarat dilaut seperti lift raft, life vest. Saya menduga dan berspekulasi bahwa  Capt Pilot Iriyanto dan Co Pilot telah menunjukkan tanda-tanda bahwa ia berupaya keras dengan keahlian dan profesionalisme yang dimilikinya melakukan maneuver untuk membawa pesawat terbang dan penumpangnya untuk mendarat  di laut (ditching) dengan selamat, hanya sayang kemudian upaya ini tidak berhasil karena kemudian pesawat tenggelam secara utuh karena tertelan ombak (??)

Mengapa saya berspekulasi begitu, sebab pertama tidak ada serpihan dan tanda-tanda yang menyatakan pesawat meledak di udara. Dan kedua sepihan yang berhasil ditemukan adalah alat peralatan emergency dan jenazah semua yang ditemukan dalam keadaan utuh bahkan lengkap dengan pakaian, cincin dan kalungnya.

Saya melihat ada tanda bahwa sebagai seorang Captain in Command dalam pesawat Air Asia telah berupaya keras untuk menyelamatkan penumpang dan pesawat melalui upaya melakukan maneuver untuk mendaratkan pesawat dilaut, (entah itu terencana atau tidak terencana tidak saya ketahui). Beberapa indikasi saya peroleh berdasarkan temuan pintu emergency yang telah terlontar keluar, dan peralatan pendaratan di laut serta temuan jenazah dalam keadaan utuh dan lainnya menunjukkan  tanda tanda bahwa captain pilot bersama co pilotnya telah berusaha dengan sungguh sungguh berupaya menyelamatkan penumpang dan pesawat terbangnya mendarat secara unplanned ditching di laut. (Meski pandangan ini masih berifat spekulatif  karena belum ada konfirmasi dari Black Box — Mengenai sebab sebab kecelakaan mari kita tunggu hasil penyelidikan KNKT)

Hal ini diperkuat dengan background Captain Pilot Iriyanto. Ia adalah Seorang Captain pilot yang disebut dalam pemberitaan koran berbahasa Inggris Strait Times sebagai:  Capt Iriyanto started out his career as an F-5 and F-16 fighter pilot after having graduated from the Adi Sucipto Air Force pilot school in 1983.He joined the 14th squadron at Iswahjudi Air Force Base (AFB) in Madiun, East Java, staying for around 10 years.”He was one of the best graduates,” said former coordinating political, legal and security affairs minister Djoko Suyanto, who once trained Capt Iriyanto, as quoted by tempo.co.

Itu catatan saya. Semoga Allah lapangkan jalan kemudahan bagi KNKT menemukan kedua kotak hitam penguak misteri dan Basarnas

6 comments

  1. Saya sependapat dengan Bapak Jusman Syafii Djamal.
    Ayolah Indonesia jangan aneh-aneh. Mencari-cari kesalahan jelas beda dengan investigasi.
    Itu pesawat segede gaban lho, ada proses sekian jam sampai pesawat lepas landas.
    Tidak mungkin pesawat tidak menginformasikan akan take off, bisa-bisa kalau ada ada pesawat lain ya tabrakan lah.
    Kemudian, jika pesawat tidak izin ya instruksikan kembali dong, nyatanya ada izin permintaan rubah arah or something kan?
    Ini belum lagi kalau kita bicara tujuannya bakal landing di Changi Airport, Singapura. Impossible!
    Fokus pada pencarian, dan periksa semua pihak terkait. Jangan buang badan. Jangan membuang kesalahan, terlebih kepada pilot yang juga korban.
    Pakai pikiran, pakai hati. Malu!

  2. Saya sependapat dengan Bapak Jusman Syafii Djamal.
    Ayolah Indonesia jangan aneh-aneh. Mencari-cari kesalahan jelas beda dengan investigasi.
    Itu pesawat segede gaban lho, ada proses sekian jam sampai pesawat lepas landas.
    Tidak mungkin pesawat tidak menginformasikan akan take off, bisa-bisa kalau ada ada pesawat lain ya tabrakan lah.
    Kemudian, jika pesawat tidak izin ya instruksikan kembali dong, nyatanya ada izin permintaan rubah arah or something kan?
    Ini belum lagi kalau kita bicara tujuannya bakal landing di Changi Airport, Singapura. Impossible!
    Fokus pada pencarian, dan periksa semua pihak terkait. Jangan buang badan. Jangan membuang kesalahan, terlebih kepada pilot yang juga korban.
    Pakai pikiran, pakai hati. Malu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*